Rabu, 21 September 2011

MASUK SORGA

16/6/2006
QSII:92
Pembahasan suatu hal, jangan hanya mengandalkan akal, sebab akan menjadi orang yang SEKULER. Orang bisa masuk sorga karena rahmat Allah SWT. "Jangan andalkan ilmu dan amalmu untuk masuk surga, karena masuk surga itu adalah kerena rahmat Allah.


Tapi, harapkanlah rahmat Allah dengan ilmu dan amal. Kita beramal, cari ilmunya. Kita cari ilmu sambil beramal. Kita masuk sorga karena kasih sayang Allah. Dan ada neraka karena Allah adil.

Ayat kursi mengamanatkan kepada kita bahwa pertolongan apapun karena izin Allah.
Harapkan pertolongan Rasul Muhammad SAW, karena akan meringankan siksa kita.

Penting diingat, carilah ilmu dan bertawalah. Moga, kita tergolong umat yang beruntung. Amiiin.

Sabtu, 27 Agustus 2011

MOTIVATIONAL TRAINING for EDUCATOR

Senin, 20 Juni 2011, SMP Negeri 3 Kebumen yang kini telah menyandang predikat RSBI melakukan kegiatan Motivational Training for Educators. Kegiatan itu bekerja sama dengan Mr. Rohani dengan mengangkat topik "Embracing Changes"- Merangkul Perubahan.

Jam 08.00, kegiatan dimulai. Dibuka oleh Kepala Sekolah- Bapak Sardi, S.Pd., MM.Pd.
Beberapa hal penting yang disampaikan kepala sekolah yaitu:
1. Semestinya kita bersemboyan,"Saya datang, saya menang".
2. Wujudkan ide-ide yang ada pada kita.
3. Landasi seluruh aktifitas kita dengan hati.
4. Jadilah diri kita sendiri, jangan jadi orang lain.
5. Kita adalah sebuah "team". Tidak ada dalam 1 tim yang menyalahkan bagian tim
yang lain.
6. Semoga dengan kegiatan MT ini, kita semakin memahami makna hidup kita.
7. Kita bukan orang baik, bukan orang jujur, dst., tetapi kita selalu ingin berubah
untuk menjadi orang yang lebih baik.

Seterusnya, RHN Education mengisi acara inti MT. Masuk pembawa acara - Nabula. Memperkenalkan Trainer. Dilanjutkan dengan goyang-goyang ringan para peserta MT agar tidak tegang. "Lebih frsesh", ujar Nabula.

Selanjutnya ditayangkan beberapa kegiatan MT di tempat lain.

Seperempat jam kemudian, Mr. Rohanitiba. Menyampaiakn beberapa informasi kepada audience, bahwa pada umumnya
1. seminar motivasi dihadiri oleh orang-orang yang sudah termotivasi.
2. yang tidak termotivasi, ya tidak datang.

Menurut hemat saya, pada MT kali ini yang terpenting adalah
1. Perubahan memerlukan statemen, karena pada prinsipnya yang namnay perubahan itu
tidak nyaman.
2. Perubahan adalah kodrat/sunattullah.

Insya Allah, dengan menyimak - mengikuti MT ini kita akan lebih tergerak-tersentuh untuk mau berubah. Tentu saja, berubah ke arah yang lebih maju. Untuk itulah, kita perlu, bahkan harus, MENINGKATKAN KECERDASAN untuk mampu berubah ke arah yang lebih baik dengan cara meningkatkan:
1. IQ (Inteligent Quotient)
2. EQ (Emotional Quotient)
3. SQ (Spiritual Quotient)

MT diakhiri pada pukul 13.00

Kamis, 05 Mei 2011

Iman Seorang Mukmin

Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian.

Di saat ia totalitas dlam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya ketika ia tetap tidak mengubah keinginan.(HR Ibnu Qoyyim)

Al Mustaurid bin Syaddad berkata, Rasulullah bersabda, "Tidaklah Dunia bila dibandingkan dengan Akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat?" (HR Muslim no. 7126)

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya tidaklah kau menginfaqkan sesuatu kecuali pasti diberi pahalanya,bahkan suapan yang kau angkat ke mulut istrimu. (HR Bukhari)

Rabu, 27 April 2011

UN SELESAI

Kamis, 28 April 2011 jam 10.00, selesai sudah kegiatan UN SMP. Seluruh siswa menyambutnya dengan beraneka macam tingkah. Yang merasa "mudah" mengatakan 'tigaperempat' soal yakin dapat diselesaikan dengan baik.

Soalnya jauh lebih mudah daripada TUC-TUC yang diselenggarakan di tingkat sekolah. 'TUC di sekolah, kami merasa keberatan. Sesuai dengan kisi-kisi, tapi dibuat dengan konteks yang berat dan berbeda," ujar salah seorang siswa kami.

Sementara bagi bapak ibu guru, umumnya menunggu dengan perasaan 'mendua'. Mudah bagi anak? Tiga perempat dapat dikerjakan dengan baik?

Kelabu. Barangkali, itulah ungkapan yang paling tepat buat ibu bapak guru. Yang terpenting, justru tunggu saja pada saat pengumuman nanti.

Semoga saja, kepercayaan anak-anak kami itu benar adanya. Amiiin.