kucoba meraba dan menyentuh, tuk berkenalan dengan dunia baru di peradaban yang serba baru juga. kucoba tuk berbagi pengalaman yang kuharap ada gunanya, setidaknya bagi diriku sendiri.
Rabu, 09 Juni 2010
MENJADI WANITA PALING BAHAGIA DI DUNIA
TIDAK... Bagi sikap yang selalu menghabiskan waktu bersama para pengangguran, dan memboroskan waktu berjam-jam untuk bergurau dan bermain.
TIDAK... Bagi perilaku acuh terhadap kebersihan dan keharuman tubuh, serta masa bodoh dengan tempat tinggal dan ketertiban lingkungan.
TIDAK... Bagi setiap minuman yang haram, rokok, dan segala sesuatu yang kotor dan najis.
TIDAK... Bagi sikap yang selalu mengingat-ingat kembali musibah yang telah lalu, bencana yang telah terjadi, atau kesalahan yang terlanjur dilakukan.
TIDAK... Bagi perilaku yang melupakan akhirat, yang lalai membekali dirinya dengan amal saleh untuk menyongsongnya, dan yang lengah dari peringatan tentang kedahsyatannya.
TIDAK... Bagi perangai membuang-buang harta benda dalam perkara-perkara yang haram, berlaku boros dalam perkara-perkara yang mubah, dan perilaku yang dapat memangkas perkara-perkara ketaatan.
YA... Untuk senyummu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagi orang lain.
YA... Untuk kata-katamu yang baik, yang membangun persahabatan dan menghapuskan rasa benci.
YA... Untuk sedekahmu yang dikabulkan, yang membahagiakan orang-orang miskin, menyenangkan orang-orang fakir, dan mengenyangkan orang-orang lapar.
YA... Untuk kesediaanmu duduk bersama Al-Qur'an seraya membaca, merenungi, dan mengamalkannya, sambil bertaubat dan beristighfar.
YA... Untuk kesediaanmu berdzikir, beristighfar, tenggelam dalam doa, dan senantiasa memperbaiki taubatmu.
YA... Untuk usahamu dalam mendidik anak-anakmu dengan agama, sunnah, dan nasihat yang bermanfaat bagi mereka.
YA... Untuk rasa malumu dan hijab (penutup aurat) yang diperintahkan Allah, karena hanya itulah cara untuk menjaga dan memelihara dirimu.
YA... Untuk pergaulanmu dengan wanita-wanita yang baik dan takut kepada Allah, mencintai agama dan menghormati nilai-nilainya.
YA... Untuk baktimu terhadap orangtua, silaturahim pada saudaramu, menghormati tetangga, dan menyantuni anak-anak yatim.
YA... Untuk membaca sesuatu yang bermanfaat dengan menelaah buku yang menarik dan berfaedah, buku yang menyenangkan dan memberi tuntunan.
Sumber : Dikutip dari buku Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia DR. Aidh al-Qarni
Penulis: li4ni
TIDAK... Bagi perbuatan yang dapat menyia-nyiakan umurmu, seperti senang membalas dendam dan berselisih dengan perkara yang tidak ada kebaikan di dalamnya.
TIDAK... Bagi sikap yang lebih mengutamakan harta benda dan mengumpulkannya, ketimbang sikap arif untuk menjaga kesehatanmu, kebahagiaanmu, dan waktu istirahatmu.
TIDAK... Bagi perangai yang suka memata-matai kesalahan orang lain, menggunjing aib orang lain (ghibah) dan melupakan aib diri sendiri.
TIDAK... Bagi perangai yang suka mabuk kepayang dengan kesenangan hawa nafsu, menuruti segala tuntutan dan keinginannya.
Jumat, 09 April 2010
5 hal
1. berkah rizki akan diperoleh melalui sholat dhuha.
2. cahaya dalam kubur melalui sholat tahajud.
3.kemudahan dalam menjawab pertanyaanMunkar dan Nakir melalui membaca al Quran.
4. kemudahan melintasiShirotol Mustaqim melalui puasa dan sedekah.
5. mendapat perlindungan Arsy ILahi pada Hari Hisab melalui Zikrullah (zikir)
mendapatkan 5 hal melalui 5 jalan
Rabu, 31 Maret 2010
10 kriteria/aliran sesat menurut MUI
4. Mengingkari otentisitas atau kebenaran isi ajaran al Quran.
5. Melakukan penafsiran al Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
6. Mengingkari kekdudukan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam.
7. Menghina, melecehkan, dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul.
8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir.
9. Mengubah, menambah, dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syari'at
seperti haji tidak ke Baitulloh, sholat fardu tidak lima waktu.
10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar'i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan
kelompoknya.
(Sumber : Himbauan MUI Kab. Kebumen No. 20/MUI/XI/2007 tanggal 9 November 2007)
1. mengingkari salah satu Rukun Iman dan Rukun Islam.
2. Mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan dalil syar'i yaiti al Quran dan Hadits.
3. Meyakini turunnya wahyu setelah al Quran.
Kamis, 18 Maret 2010
Langganan:
Postingan (Atom)